Penalaran Induktif (Tugas Bahasa Indonesia 2)

Pengertian Penalaran

Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proporsisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, beberapa orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Dalam metodenya penalaran dibagi menjadi 2 yaitu penalaran deduktif dan induktif. Namun pada pembahasan kali ini penulis hanya akan membahas tentang penalaran induktif.

Penalaran Induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Penalaran Induktif merupakan pernyataan bersifat khusus yang kemudian diambil kesimpulannya sehingga menjadi pernyataan yang bersifat lebih umum. Bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah meski premis-premis diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah tetapi, kesimpulan yang dibuat belum tentu benar namun kesimpulan tersebut mempunyai peluang untuk benar. Dengan data dan fakta yang ada seseorang dapat secara induktif membuat generalisasi, analogi dan menentukan hubungan kausal.

  • Generalisasi

Generalisasi merupakan satu bentuk kesimpulan secara Induktif. Yang perlu diperhatikan dalam penciptaan generalisasi ialah:

  1. apakah data dan fakta itu cukup banyak
  2. apakah data itu memang pantas menjadi model dan contoh atau sampel
  3. apakah tidak ada kekecualian

contoh:

Jika ada listrik, televisi menyala

Jika ada listrik, radio menyala

Jika ada listrik, AC menyala

Jadi jika ada listrik,alat elektronik menyala

  • Analogi

Analogi adalah proses penyimpulan dengan membandingkan dua hal berlainan yang memiliki sifat yang sama.

contoh:

Andi adalah seorang pilot

Andi dapat mengendarai pesawat terbang

Dimas adalah seorang pilot

Oleh sebab itu, Dimas dapat mengendarai pesawat terbang

  • Kausal

Secara induktif orang pun dapat menunjukan hubungan kausal. Hubungan kausal adalah pernalaran yang diperoleh dari gejala-gejala atau data yang saling berhubungan. Misalnya, seorang anak terjatuh, akibatnya akan terluka. Dalam hubungan kausal ini ada tiga hubungan antarmasalah.

Sebab-Akibat

Sebab-akibat ini berpola A menyebabkan B. Dapat juga berpola A menyebabkan B, C, dan seterusnya. Jadi efek atau akibat dari suatu peristiwa yang dianggap penyebab kadang lebih dari satu. Sebagai contoh seorang pegawai tidak datang rapat dapat kita perkirakan bahwa pegawai tersebut mungkin datang telat, kecelakaan di jalan, atau terkena macet.

Akibat- Sebab

Akibat-sebab ini dapat kita lihat peristiwa seseorang yang terjatuh. Terjatuh merupakan akibat dan terluka merupakan sebab. Akan tetapi, dalam pernalaran jenis ini, peristiwa sebab merupakan simpulan.

Akibat-Akibat

Akibat-akibat adalah suatu pernalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada “akibat” yang lain. Contohnya sebagai berikut.

Ketika pulang bekerja, Ayah melihat air kali meluap. Ayah langsung menyimpulkan bahwa gang di rumah banjir.

Sumber :

Wikipedia

Wartawarga Gunadarma

Daftar Pustaka:

Arifin, E. Zaenal dan S. Amran Tasai. 2009. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta : Akademika Pressindo.

Daniel Parera, Jos. 1991. Belajar Mengemukakan Pendapat. Jakarta : Erlangga

Nama Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2

Dosen : Budi Santoso, SS

Nama / NPM / Kelas : Arvis Agung Pratama / 15109923 / 3KA26


Read more ...

Penalaran Deduktif (Tugas Bahasa Indonesia 2)

Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia 2 (Pertemuan Pertama)

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Dosen : Budi Santoso, SS
Nama / NPM / Kelas : Arvis Agung Pratama / 15109923 / 3KA26

Penalaran

Penalaran adalah suatu proses berpikir seseorang yang bertolak dengan pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sebuah konsep dalam sebuah pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam metodenya penalaran dibagi menjadi 2 metode yaitu:
- Metode penalaran induktif
- Metode penalaran deduktif

Penalaran Deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Contoh pada penalaran deduktif yaitu Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Berikut ini merupakan ciri paragraf deduktif :
- Kalimat utamanya (ide pokok) terletak di awal paragraf dan selanjutnya dibarengi oleh beberapa kalimat penjelas sebagai pendukung kalimat utama.

Beberapa faktor yang mempengaruhi penalaran deduktif diantaranya :
1. Terdapat pada kalimat utama.
2. Penjelasannya berupa hal-hal yang umum.
3. Kebenarannya jelas dan nyata.

Contoh Kalimat Penalaran deduktif

Semua manusia akan wafat (premis mayor)
Budi adalah seorang manusia yang memiliki jiwa yang baik (premis minor)
Jadi, Budi akan wafat (Konklusi)

*Penjelasan : pada contoh diatas penalaran deduktif, konklusi lebih sempit dari premis

Sumber :
- Wikipedia
- ELearning Gunadarma
Read more ...

Keindahan Yang Berbahaya (tugas bahasa Indonesia pertemuan 3)

1. Data Publikasi

a.) Judul : Keindahan Yang Berbahaya
b.) Penulis : INDIRA PERMANASARI dan AHMAD ARIF
c.) Penerbit : KORAN HARIAN KOMPAS
d.) Tanggal : Sabtu, 19 November 2011
e.) Nomor Halaman : Halaman 24, Bagian Nusantara
f.) Tema : Tanah Air

2. Sinopsis

Pulau Rakata begitulah namanya yang disebut-sebut sebagai pulau terpencil & terindah yang terletak diantara selat sunda. Pulau yang terbentuk dari material letusan gunung Krakatau sejak tahun 27 Agustus 1883 ini menyajikan pemandangan yang cukup eksotis, Cemara Laut (Casuarina Sp) dan barisan pohon kebiri (Barringtonia Sp) semakin menambah rasa keteduhan dan kenyaman saat berada dipulau ini.

Tak jarang banyak dari para pelancong/wisatawan yang datang untuk sekedar menikmati keeksotisan pemandangan atau mengobservasi pulau Rakata tersebut. Namun, dibalik pesonanya berwisata ke pulau ini bisa dibilang memiliki resiko yang cukup berbahaya. Karena Jaraknya yang tak lebih dari 2 mil dari Gunung Krakatau memaksa kepada setiap wisatawan untuk selalu tetap berhati-hati, karena bisa saja Gunung Krakatau bisa meletus secara tiba-tiba.

Menurut data dari Kepala Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, bahwa pada tahun 1980-an, pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dari Amerika Serikat (AS) tewas ketika menyaksikan letusan Gunung Krakatau saat berada di pulau Rakata. Oleh karena itu, Ketua Pos Pemantauan Gunung Krakatau & anak Krakatau, Anton S Tripambudi mengingatkan agar para wisatawan dan nelayan tetap mematuhi imbauan agar tidak mendekati dalam radius 1 - 2 Kilometer. Batasan ini merujuk pada pengamatan saat Krakatau terakhir meletus bisa melontarkan batu sejauh 1,5 kilometer, yakni sudah mencapai perairan disekeliling pulau Rakata.

3. Keunggulan

Apabila dilihat dari bahan artikel dan sinopsis dari tulisan tersebut dapat diperoleh beberapa point-point keunggulan yang dapat dijelaskan diantaranya :

- Segi Bahasa, dalam artikel tersebut secara umum bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) , namun tidak disalahkan bila dalam artikel tersebut masih terdapat kata asing seperti kaum aristokrat. Seharusnya kata “kaum aristokrat” diganti dengan kata orang memiliki harkat dan martabat yang tinggi.

- Segi Ekonomi, bila dilihat dari segi ekonomi pulau Rakata bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan di bidang pariwisata untuk bangsa indonesia, karena kedatangan para pelancong secara tidak langsung bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

- Segi Pariwisata, Indonesia adalah bangsa yang kaya akan sumber daya alam, apabila sumber daya alam tersebut bisa dikelola dengan baik oleh pemerintah, maka secara otomatis objek-objek pariwisata yang berada di Indonesia bisa maju bahkan bisa menjadi icon dari bangsa Indonesia sendiri.

- Segi Pendidikan, Apabila dilihat dari segi pendidikan artikel ini bisa jadi bahan pembelajaran bagi siswa/siswi yang masih dalam tahap belajar atau bisa juga menjadi bahan pembelajaran dikalangan masyarakat umum dengan memiliki tujuan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dimasa yang akan datang.

4. Kelemahan

Dari bahan artikel dan sinopsis yang ada dapat diperoleh kelemahan yang dapat dijelaskan diantaranya :
- Pemerintah & pelaku wisata semestinya bisa lebih cerdas dalam menangkap peluang yang wilayahnya banyak belum tergarap, agar nantinya daerah tersebut bisa menjadi tempat objek wisata favorit bagi para pelancong wisata. Apabila pemerintah dan pelaku wisata bisa saling berkerja sama maka mungkin dalam jangka waktu dekat bisa mendatangkan banyak keuntungan bagi bangsa Indonesia sendiri.

Peran media pada saat ini sangatlah penting baik media massa maupun elektronik karena dalam perannya media selalu menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat luas, dalam hal ini seharusnya pemerintah juga mengandeng pihak media sebagai jembatan antara objek wisata dengan masyarakat luas. Untuk mencegah terjadi jatuhnya korban bencana, dalam hal ini pemerintah harusnya lebih banyak menghimbau & menyampaikan informasi bagaimana cara menanggulangi bencana yang tiba-tiba datang.

5. Pendapat Akhir

Pendapat saya tentang artikel ini yaitu seharusnya kita sebagai rakyat bangsa Indonesia harusnya bangga mempunyai banyak sumber daya alam yang begitu melimpah di negeri kita ini. Tinggal bagaimana kita sebagai manusia yang bisa menjaga & memanfaatkannya sumber daya alam dengan sebaik-baiknya. Jadikan sumber daya alam ini sebagai sumber ilmu pengetahuan untuk sumber daya manusia guna mencapai satu tujuan yaitu sumber daya manusia Indonesia yang maju & berguna bagi bangsa Indonesia.

6. Lampiran


Judul : Keindahan yang Berbahaya
Tema : Tanah Air

Tidak terbayangkan, 128 tahun lalu pulau hijau itu merupakan tanah kosong tanpa kehidupan. Di balik pesonanya, pulau terpencil di Selat Sunda menympan sejarah kelam. Tepatnya pada tanggal 27 Agustus 1883 Krakatau meletus hebat, menyisakan 1/3 tubuhnya yang kemudian dikenal sebagai Pulau Rakata. Namun justru karena letusan dan sejarah Krakatau itulah yang menarik orang dari penjuru dunia untuk datang. Sejak lama letusannya ibarat magnet yang menyedot pelancong di penjuru dunia, bahkan ada rombongan turis yang sengaja datang dengan menggunakan perahu phinisi hanya untuk melihat letusan gunung Krakatau yang sangat luar biasa.

Sebagaimana riwayat terdahulu, asap, dan batu pijar yang lontarkan Anak Krakatau ini menjadi atraksi utama wisata. Bahkan pariwisata dikawasan pantai Anye-Carita hingga Lampung tanpa daya dukung Anak Krakatau dan aktivitasnya. Seorang wisatawan Asing Samuel (20) Italia, datang ke pesisir Pasauran, Banten, bersama ketiga temannya yang tertarik dengan aktivitas Krakatau. Pelancong mengunjungi pulau Rakata dan gunung berapi dengan beragam alasan, salah satu diantaranya menikmati pemandangan yang luar biasa dari pulau Rakata dan gunung Krakatau.

Namun, dibalik dari segala pesonanya berwisata ke pulau Rakata dan gunung Krakatau tetaplah berbahaya. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan bahwa tahun 1980-an, pengajar Institut Teknologi Bandung (ITB) dari Amerika Serikat (AS) tewas saat menyaksikan letusan Anak Gunung Krakatau di Pulau Rakata. Meski dengan adanya peristiwa itu para pelancong tidak mengubris peringatan yang diberikan pemerintah yaitu menjauhi pesisir sejauh 2 kilometer.

Padahal, Krakatau sebenarnya bukan hanya keindahan letusan maupun riwayatnya yang seram. Di pulau Rakata, Pelancong tidak hanya bisa bertualang dan berkesempatan menyaksikan letusan disaat-saat Krakatau memuntahkan isi perutnya, namun juga dapat menikmati flora dan fauna yang hidup di kepulauan itu. Terbih lagi, gugusan Kepulauan Krakatau yang luasnya 13.605 hektar ini masuk kedalam kawasan cagar alam dan telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia (1991) dan merupakan laboratorium alam bagi teori suksesi.

Di pulau Rakata, Pelancong bisa belajar bagaimana kehidupan tumbuh berkembang di daratan yang pernah steril dari kehidupan. Pelaku wisata dan pemerintah semestinya bisa lebih cerdas dalam menangkap peluang yang belum banyak tergarap ini.
Read more ...

Tugas Bahasa Indonesia (Pertemuan 2)

A. EJAAN


Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu:
1. Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad.
2. Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis.
3. Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.


B. DIKSI

Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.

Di bawah ini terdapat artikel yang menurut saya memiliki ejaan dan diksi yang salah.

Walikota Janji Habis Bisnis Pelacuran

KEMBANGAN (Pos Kota) – Keresahan warga di Kel. Wijaya Kusuma, Kec. Grogol Petamburan akan maraknya puluhan pelacur yang mangkal di tenda biru di sepanjang bantaran Kali Angke di Jl Pangeran Tubagus Angke, mulai disikapi Pemkot Jakbar.

Walikota Jakbar Djoko Ramadhan berjanji akan mengikis habis bisnis pelacuran di kawasan tersebut maupun lokasi maksiat lainnya di Jakbar. “Kami tidak akan pernah mentolerir bisnis pelacuran di Jakbar. Khusus di Tubagus Angke, segera akan kami tertibkan dan selanjutnya kawasan tersebut akan dijaga intensif Satpol PP dan pamong setempat,” kata Djoko, Senin (10/5).

Pos Kota edisi Senin (10/5) memberitakan, keberadaan puluhan tenda biru sebagai tempat kencan para pelacur di bantaran Kali Angke kini makin menjamur dan meresahkan warga. Padahal di lokasi tersebut terdapat kantor pemerintahan dan makam Pangeran Wijayakusuma.

Bisnis esek-esek beromset jutaan rupiah tiap malam ini bak lingkaran setan. Pasalnya pelacur dibekingi oknum dan preman, sehingga meski berkali-kali ditertibkan tapi tetap eksis hingga sekarang. Walikota Jakbar mengaku sudah perintahkan Kasatpol PP Bobby Aryono juga Camat Grogol Petamburan Tadjudin Widodo dan Lurah Wijayakusuma Saring Subagyo untuk segera menertibkan bantaran Kali Angke dari keberadaan para pelacur.

Di sisi lain, mantan Bupati Kepulauan Seribu ini mengakui, kembali maraknya aksi pelacuran baik di Tubagus Angke maupun di lokasi lainnya di Jakbar tak terlepas dari kiprah Satpol PP-yang tiga minggu lalu sempat mengendur menyusul Tragedi Koja. “Namun sejak dua minggu terakhir, jajaran Satpol PP termasuk Satpol PP Jakbar kembali aktif dalam memantau situasi ketertiban umum khususnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) termasuk sepak terjang pelacur,” timpal Djoko Ramadhan.

Tenda biru berukuran 1×2 meter persegi (M2) dipasang pelacur tepat di bantaran Kali Angke setiap malam sekitar Pk 18.30 sebagai tempat esek-esek. Aksi puluhan pelacur dari luar daerah dengan pakaian seronok dan dandanan menor kini makin menggila karena merembet hingga ke jalan raya.

Sebelum adzan Subuh, puluhan tenda biru dipreteli dan pelacur pulang untuk beristirahat seraya menyiapkan diri pada malam harinya. Acap kali sejumlah pelacur menjemur pakaian dalam mereka di bantaran kali tersebut (Rachmi/dms).

Sumber Artikel

Diksi / ejaan yang salah

Perbaikan

Alasan




Keresahan

Ketakutan

suatu hal yang menimbulkan rasa ketakutan yang sangat luar biasa dikalangan masyarakat luas. Sebaiknya kata "keresahan" diganti dengan kata ketakutan yang sesuai dengan kamus bahasa indonesia.

Maraknya

Mencolok

kata "Maraknya" lebih baik diganti dengan kata mencolok, karena kata mencolok sesuai dengan kamus besar bahasa indonesia yang dalam pengertiannya yaitu suatu hal yang sangat ramai sehingga menyita perhatian banyak orang.

Pelacur

wanita tuna susila

Pemilihan kata pelacur sangat tidak tepat, karena kata digunakan kurang begitu baik dan agak begitu kasar.

Mangkal

Pangkal

kata "Mangkal" berawal dari kata pangkal yang dalam pengertiannya yaitu sebagai bagian dari permulaan suatu hal.

Bantaran

Tepi

"Bantaran" merupakan suatu kata yng bermakna tepi. Seharusnya kata bantaran diganti dengan dengan tepi karena kata tepi sesuai dengan kamus besar bahasa indonesia yang baik & benar.

Pemkot

Pemerintah Kota

"Pemkot" seharusnya suatu kata yang tidak digunakan dalam suatu kalimat karena kata tersebut sendiri merupakan singkatan dari kata pemerintah kota.

Mengikis

Menghabiskan

kata "mengikis" lebih baik diganti dengan kata menghabiskan, karena kata menghabiskan tedapat dalam kamus besar bahasa indonesia.

Mentolelir

Saling pengertian

kata "Mentolelir" ada baiknya diganti dengan kata saling pengertian yang sesuai dengan kamus besar bahasa indonesia.

Intensif

Sungguh-sungguh

secara sungguh-sungguh dan terus menerus dl mengerjakan sesuatu hingga memperoleh hasil yg optimal.

Kencan

Suatu janji

Janji untuk saling bertemu di suatu tempat pd waktu yg telah ditentukan bersama (antara teman, muda-mudi, kekasih)

Esek-esek

abal-abal

Dalam kata perulangan ini menggunakan kata yang tidak baku.

Seronok

menyenangkan

kata "seronok" lebih baik diganti dan digunakan kata menyenangkan karena kata menyenangkan termasuk kata yang terdapat dalam kamus bahasa indonesia.

Menor

mencolok cara berdandannya

kata yang digunakan merupakan kata tidak baku yang tidak terdapat dalam kamus besar bahasa indonesia, alangkah baiknya kata tersebut diganti dengan kata mencolok.

Dipreteli

dibongkar-pasang

dipreteli merupakan kata yang kurang baik digunakan karena kata tersebut tidak baku, harusnya kata preteli diganti dengan dibongkar-pasang.

Acap

sering kali

acap didalam pengertiannya yaitu sering kali, kata ini termasuk kata yang tidak baku.


Read more ...

Follower's

 

Arblog Networked

arvis BLOG | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Dhe Template. Supported by Cash Money Today and Forex Broker Info